Skip to main content

Lanjut! Kejagung Periksa 9 Saksi Skandal Jiwasraya

Lanjut! Kejagung Periksa 9 Saksi Skandal Jiwasraya
KARTUMERAH.ID - Sebanyak sembilan saksi diundang untuk dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (22/1/2020). Mereka diperiksa untuk mencari keterangan atau informasi dalam kasus megaskandal korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero).

Adapun sembilan nama yang diundang Kejagung untuk pemeriksaan tersebut adalah:

  1. Direktur Maxima Integra, Joko Hartono
  2. Dirut PT Ciptadana Securities, Ferry Budiman
  3. Koordinator Marketing PT OSO Manajemen Investasi, Ita Puspo
  4. Mantan Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Lusiana
  5. Mantan Kepala Divisi Investasi 2009 PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Dony S Karyadi
  6. Direktur Milenium Capital Managemen, Fahyudi Djaniatmadja
  7. Pt Jasa Capital Managemen, Rudolfus Pribadi Agung Sujagad
  8. Direktur PT GAP Aset Management, Muhammad Karim
  9. Direktur PT GAP Asset Management, Soehartanto

Dari nama tersebut, setidaknya ada dua orang yang berasal dari internal PT. Asuransi Jiwasraya, yakni mantan Bagian Pengembangan, serta mantan Kepala Divisi Investasi di tahun 2009 silam.

Pengembangan informasi dari internal PT Asuransi Jiwasraya memang sedang diintensifkan oleh Kejagung. Apalagi sebelumnya, Kejagung sudah melakukan penggeledahan dan mendapat barang hasil sitaan dari mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan beberapa tersangka lainnya.

"Barang-barang yang diduga diperoleh dari hasil pidana korupsi itu ada disita dari rumah tersangka SY (Syahmirwan), satu mobil Honda CRV, kemudian 1 unit Innova, ada perhiasan cincin dan gelang serta ada 5 buah jam tangan dan masih ada beberapa barang bukti yang disita dari kediaman para tersangka," sebut Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono, Selasa (22/1/2020). [cnbc]
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar