PSBB di DKI Dimulai, Anies Tindak Tegas Kerumunan Lebih 5 Orang

Advertisement

PSBB di DKI Dimulai, Anies Tindak Tegas Kerumunan Lebih 5 Orang

kartumerah.ID
10 April 2020

PSBB di DKI Dimulai, Anies Tindak Tegas Kerumunan Lebih 5 Orang
KARTUMERAH.ID - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi diberlakukan Gubernur DKI Anies Baswedan mulai Jumat hari ini, 10 April 2020. Upaya ini diambil demi menekan angka penularan Corona Covid-19 di Ibu Kota.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020. PSBB tepat dimulai pukul 00.00 per Jumat 10 April 2020 dan akan berlaku selama 14 hari ke depan.

"Pada malam hari ini saya ingin menyampaikan pesan untuk warga Jakarta semuanya terkait dengan rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar yang akan kita mulai nanti malam pukul 00.00 tanggal 10 April 2020," kata Anies Baswesdan dalam konferensi persnya di Balai Kota, Kamis malam, 9 April 2020.

Anies menekankan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 ini memiliki 28 pasal yang mengatur semua kegiatan di kota Jakarta. Mulai kegiatan perekonomian, kegiatan sosial, dan keagamaan.

"Dalam peraturan gubernur ini ditetapkan pada prinsipnya seluruh masyarakat Jakarta selama dua minggu ke depan, 14 hari ke depan diharapkan untuk berada di rumah berada di lingkungan rumah," sebut Anies.

Terkait itu, Anies sebelumnya mengingatkan dalam PSBB ini akan diberlakukan tindakan bila ada kerumuman lebih dari lima orang. Jika tetap ada warga Ibu Kota yang bandel soal ini maka akan ditindak tegas.

"Ada satu catatan penting tak diizinkan ada kerumunan di atas lima orang di seluruh Jakarta. Kegiatan di luar ruangan maksimal lima orang, di atas lima orang tak diizinkan. Kami akan ambil tindakan tegas," tutur Anies di Balai Kota DKI, Selasa, 7 April 2020.

Kata dia, akan ada patroli bersama Pemprov DKI dengan TNI-Polri untuk menertibkan bila ada kerumunan di atas lima orang. Warga DKI diharapkan bisa mematuhi aturan ini ini. "Jadi patroli ditingkatkan dan kami harap masyarakat untuk menaati," ujar Anies.

Pun, Jakarta disebut sebagai episentrum penyebaran Corona Covid-19 karena daerah dengan angka tertinggi di Tanah Air. Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga per Kamis, 9 April 2020 terus bertambah dengan mencapai 1.632 pasien.

Dari jumlah itu diketahui ada 82 orang dinyatakan sembuh. Lalu, 149 orang dilaporkan meninggal dunia.

"1.028 pasien masih jalani perawatan di rumah sakit dan 373 orang melakukan self isolation di rumah," kata Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Catur Laswanto pada Kamis, 9 April 2020. [vivanews]