Viral Anies Ambil Alih Komando Perang Lawan Corona Dipuji Dunia, Netizen: Dunia Mana?

Advertisement

Viral Anies Ambil Alih Komando Perang Lawan Corona Dipuji Dunia, Netizen: Dunia Mana?

JanganBaper.com
18 April 2020

Viral Anies Ambil Alih Komando Perang Lawan Corona Dipuji Dunia, Netizen: Dunia Mana?
KARTUMERAH.ID - Nama Gubernur Anies Baswedan kembali menjadi bulan-bulanan di media sosial. Kali ini beredar foto dan kata-kata yang menyindir kebijakan beliau.

Salah satu penyebar foto tersebut adalah akun Facebook bernama @Abiyan, Rabu (18/3/2020). Dalam unggahannya, terdapat foto Anies Baswedan dan tulisan berbunyi "Ketajaman Hati Anies Baswedan Mengambil Alih Komanda Perang Melawan Virus Corona Selamatkan Indonesia, Kesiapan dan Kecerdasan Anies Baswedan Dipuji oleh Dunia".

Unggahan tersebut mendapat banyak tanggapan dari netizen.

@usti Yawan Irorejo: Dunia alam ghoib..

@Arie Puspa: Dunia alam gaib...

@John Situngkir: Dunia yg mana yg memuji ? Blm ada tuh saya tau dunia yg memuji Anies atas kebijakannya.

Sebelumnya beredar potongan video pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengatakan tujuan membuat kebijakan pembatasan transportasi umum secara ekstrem di Ibu Kota beberapa hari lalu adalah untuk mengirim pesan kejut kepada warga terkait dengan wabah virus corona (Covid-19).

Potongan video berdurasi 44 detik itu diambil saat Anies memimpin rapat teknis percepatan penanganan  Covid-19 pada Senin (16/3/2020). Video rapat tersebut juga diunggah melalui channel Youtube Pemprov DKI Jakarta.

“Tadi pagi kendaraan umum dibatasi secara ekstrem. Apa sih tujuannya? Tujuannya mengirimkan pesan kejut kepada seluruh penduduk Jakarta bahwa kita berhadapan dengan kondisi ekstrem. Jadi ketika orang antre panjang baru sadar, oh iya Covid-19 itu bukan fenomena yang jauh di WA yang jauh sana, ini ada di depan mata kita. Kalau kita tidak mengirimkan pesan efek kejut, ini penduduk di kota ini masih tenang-tenang saja," kata Anies dalam video itu.

Pernyataan Anies ini menuai kecaman di media sosial. Pasalnya, imbas dari kebijakan itu mengakibatkan penumpukan penumpang di sejumlah Stasiun MRT dan Halte Transjakarta pada Senin (16/3/2020). [ntr]