Driver Ojek Online di Denpasar Ikhlas Tempuh 40 Km, Antar Penumpang Tak Punya Uang

Advertisement

Driver Ojek Online di Denpasar Ikhlas Tempuh 40 Km, Antar Penumpang Tak Punya Uang

kartumerah.ID
27 Mei 2020

Driver Ojek Online di Denpasar Ikhlas Tempuh 40 Km, Antar Penumpang Tak Punya Uang
KARTUMERAH.ID - Iwan Sugito Pranoto (34), seorang driver Ojek Online di Denpasar mengantarkan seorang penumpang menuju Kabupaten Bangli, Senin (25/5). Jarak tempuhnya sekitar 40 Km

Iwan ikhlas tidak mendapatkan bayaran. Karena, penumpang itu tidak memiliki uang sepeserpun.

"Iya, sampai dibuka kantong celananya nunjukin tidak punya uang," kata Iwan pria asal Surabaya, Jawa Timur ini, saat dihubungi, Selasa (26/5).

Seharusnya Iwan bisa mengantongi Rp250.000. Sesuai tarif yang tertera di aplikasi. Namun dia mengaku ikhlas dan tak mempermasalahkannya.
Driver Ojek Online di Denpasar Ikhlas Tempuh 40 Km, Antar Penumpang Tak Punya Uang

Iwan menceritakan, penumpang itu ternyata mantan narapidana yang baru dibebaskan dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan. Penumpang itu mengaku tidak memiliki uang dan belum tentu diterima lagi oleh keluarganya.

"Saya tidak bisa bayar bapak. Baru lepas dari tahanan. Belum tentu keluarga menerima," terang Iwan menirukan ucapan penumpangnya.

Ayah dua anak ini juga menceritakan awal mula mengantar penumpang ke Bangli. Hari itu, Senin (25/5), sekitar pukul 14.00 Wita, dirinya sedang mengendarai sepeda motornya sambil menunggu orderan.

Sesampainya di depan Lapangan Lumintang, Denpasar, ada seorang laki-laki berusia 40 tahun berjalan kaki dan kemudian memanggilnya. Lelaki itu meminta Iwan mengantarnya ke Kabupaten Bangli untuk pulang ke rumahnya.

Karena saat itu orderan sedang sepi pesanan, Iwan setuju dan mengantar si penumpang. Di dalam perjalanan, Iwan sudah merasa ada yang aneh dengan penumpangnya. Karena, saat ditanya jawabannya seperti orang linglung dan duduknya terlihat tidak tenang.

"Saya sempat curiga pasien rumah sakit Bangli," jelasnya.

Firasat tak enak kembali muncul saat Iwan berhenti sesaat dan penumpangnya itu mengambil minumannya dan langsung menghabiskannya.

"Bapak saya haus, saya minta ya (Minuman). Diminum sampai habis lalu dibuang," ujar Iwan.

Kemudian, Iwan melanjutkan perjalanannya dengan tujuan Pasar Bangli. Setelah sampai, penumpang turun dan melepas helm dan penumpang itu meminta maaf dan mengatakan tak mampu membayar.

"Saya ikhlas dan tidak apa-apa, sudah firasat," ujar Iwan. [mc]