Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari Virus Corona, Presiden Harus Menyingkirkan Virus Ini

Advertisement

Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari Virus Corona, Presiden Harus Menyingkirkan Virus Ini

kartumerah.ID
17 Mei 2020

Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari Virus Corona, Presiden Harus Menyingkirkan Virus Ini
KARTUMERAH.ID - Faisal Basri mengomentari pernyataan Menko Maritim dan Investasi yang juga Plt Menhub Luhut Binsar Pandjaitan melalui akun Twitternya.

Ekonom Faisal Basri menyebut Luhut Binsar Panjaitan lebih berbahaya dari virus corona, “Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19,” kicau Faisal Basri, dikutip dari Kumparan, Jumat (3/4).

Kepada kumparan Faisal Basri menyatakan, fakta ini harus disampaikan kepada publik. Bahkan Faisal menyebut, Presiden Jokowi harus menyingkirkan Luhut.

“Saya rasa Presiden harus menyingkirkan virus yang lebih berbahaya ini,” ujar Faisal Basri dikutip dari kumparan.

Namun, Faisal Basri enggan merinci mengapa menyebut Luhut lebih bahaya dari virus corona. Faisal dari twitnya berkomentar terkait ucapan Luhut dalam berita yang menyebut virus corona tak kuat dengan cuaca di Indonesia.

Sementara pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengatakan, pejabat publik diminta berbicara sesuai ranahnya masing-masing dalam hal pandemi Covid-19 ini agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Trubus menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut virus corona tak kuat bertahan di cuaca Indonesia yang cenderung panas.

“Sampaikan sesuai tupoksi saja, tugas, pokok, dan fungsi, supaya nanti ini tidak membingungkan publik karena masyarakat di bawah ini sekarang sedang panik,” ujar Trubus, Kamis (2/4/2020).

Trubus menilai, latarbelakang Luhut sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi membuatnya tidak tepat untuk berbicara soal virus corona itu sendiri yang berkaitan dengan dunia kesehatan.

Kata Trubus, Luhut sebaiknya lebih banyak berbicara soal langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah selama pandemi Covid-19, khususnya soal kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Pak Luhut ini sesuai porsinya lebih baik ketika menyampaikan itu menyampaikan yang scenario planning, bicara jangka pendek jangka menengah, jangka panjang, sehingga dampaknya dapat dihitung,” kata Trubus.

Sedangkan, pengamat kebijakan publik lainnya, Agus Pambagio, mempertanyakan dasar pernyataan Luhut tersebut. Sebab, faktanya virus corona itu telah menyebar di Indonesia dan menginfeksi ribuan orang.

“Jadi enggak ada dasarnya, kalau begitu, kenapa Covid-19 berkembang biak demikian cepat? Enggak relevan,” kata Agus.

Pemerintah menurut Agus harus berhenti memperdebatkan hal yang berkaitan dengan istilah-istilah rumit dan mengalihkan konsentrasinya untuk menangani masyarakat.

“Enggak ada yang jelas, itu semua diskusi soal-soal yang enggak perlu buat rakyat bawah, rakyat butuh kepastian kerja sedangkan yang di atas berdiskusi terus,” ujar Agus.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyatakan, virus corona tak kuat bertahan di cuaca Indonesia yang cenderung panas.

“Dari hasil modelling kita yang ada, cuaca Indonesia, ekuator ini yang panas dan juga itu untuk Covid-19 ini enggak kuat,” ujar Luhut usai rapat bersama Presiden Joko Widodo melalui sambungan konferensi video, Kamis (2/4/2020). [idk]