Trump: Virus Corona Buatan Lab di Wuhan

Advertisement

Trump: Virus Corona Buatan Lab di Wuhan

kartumerah.ID
2 Mei 2020

Trump: Virus Corona Buatan Lab di Wuhan
KARTUMERAH.ID - Bukan seorang Donald Trump jika tak mengeluarkan spekulasi dan pernyataan kontroversial. Ya, ungkapan tersebut memang sepertinya sudah melekat pada sosok Presiden Amerika Serikat itu saat ini.

Kini, tak tanggung-tanggung komentar dari orang nomor satu Negeri Paman Sam itu kembali dengan gamblang menegaskan bahwa virus corona berasal dari laboratorium virologi Wuhan, China bukan dari pasar satwa liar yang selama ini digembar-gemborkan.

Trump juga sangat percaya dan meyakinkan bahwa ia telah "melihat bukti" bahwa awal munculnya virus COVID-19 berasal dari laboratorium di Wuhan pada sebuah acara media di Gedung Putih, seperti dilansir Mirror.

Meski demikian, Trump justru menolak menunjukkan bukti yang dimilikinya untuk bisa lebih memperdalam lagi tuduhannya itu, dan malah memperuncing hubungannya dengan China.

Dia juga berspekulasi apakah China telah melakukan "kesalahan" pada awal wabah, atau apakah ada yang melakukan "sesuatu dengan sengaja".

Trump tak basa-basi di acara Gedung Putih, Kamis 30 April 2020, ketika ditanya apakah dia telah melihat bukti yang memberinya "tingkat kepercayaan yang tinggi" virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan.

"Ya, ya sudah. Aku tidak bisa memberitahumu itu. Aku tidak diizinkan memberitahumu itu," kata Trump yang justru menolak untuk memberikan data lebih spesifik.

Trump juga mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) "harus malu pada diri mereka sendiri" dan menggambarkannya sebagai "agen pers" untuk China.

WHO sebelumnya mengklaim bahwa mereka tidak diundang untuk bergabung dengan penyelidikan Beijing terhadap virus tersebut.

Trump juga mengatakan ada kemungkinan bahwa China tak bisa menghentikan penyebaran virus corona atau membiarkannya menyebar.

China juga disebut Trump belum memahami bagaimana virus itu muncul. "Setidaknya mereka tampaknya berusaha agak transparan dengan kita. Tapi kita akan mencari tahu,” jelas Trump.

“Tapi itu adalah hal yang mengerikan yang terjadi, apakah mereka melakukan kesalahan atau apakah itu dimulai sebagai kesalahan atau ada yang sengaja melakukan sesuatu?” tegas Trump. [viva]